
Setelah pohon tersebut rubuh, saya memerhatikan inner-core batang pohon tersebut. Terlihat masih basah dan segar, menandakan bahwa pohon Angsana tersebut masih hidup! Saya lalu menemui penanggungjawab penebangan pohon tersebut, saya tunjukkan fakta - fakta bahwa pohon yang mereka tebang sebenarnya masih hidup. Dengan entengnya dia menjawab "mau gimana lagi pak, sudah terlanjur ditebang" Apaa ??? Jawaban macam apa itu ? Ini jelas membuktikan bahwa orang - orang tersebut tidak memiliki pengetahuan tentang tumbuhan yang mereka tebang. Artinya berapa banyak pohon di kota Bandung yang ditebang sia - sia karena dianggap "mati".


Rasanya saat ini sulit sekali menemukan jalanan yang diselah kanan dan kirinya rimbun ditumbuhi oleh pepohonan yang subur. Sepertinya suasana rimbun yang dulu pernah disandang kota Bandung sedikit - sedikit mulai memudar. Saya ingat ketika masih bersekolah di bangku SD dahulu orang tua saya selalu menekankan pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai pepohonan yang tumbuh disekitar kita. Tapi sepertinya hal itu tidak mnjadi bahan pertimbangan mendasar saat ini. Coba anda rasakan sendiri berjalan sepanjang jalan suci, pepohonan yang rimbun ketika itu terpaksa ditebang demi melebarkan ruas jalan.
Palingan juga yang banyak saya temui adalah taman portable yang banyak saya temui di persimpangan jalan. Tanaman yang kecil itu membutuhkan penanganan yang ekstra, salah sedikit bisa mati sia - sia. Hmm ... apakah penebangan pohon di kota Bandung akan terus berlanjut ?
1 comment:
saya ikut prihatin, org indonesia rupanya memang belum paham dg fenomena pemanasan global, padahal gejalanya pasti kita semua sudah merasakan
di lain pihak, pemerintah juga tdk peduli, penebangan liar ribuan pohon di hutan-hutan kalimantan dan sumatra dibiarkan saja terjadi di depan hidung aparat, sampai kapan kita akan terus begini
Post a Comment